MISSION AKHIR SEBELUM BAHAGIA
Sesudah kita mewujudkan semua mimpi lalu bahagia, karna sudah merasa cukup dengan semua pencapaian yang sudah kita miliki, akan tetapi manusia tidak akan pernah merasa cukup. Karna hidup kita yang sebenarnya itu petualang,
Melakukan petualangan dari anak tangga yang satu dan yang lebih tinggi dan berusaha untuk mengakhiri perjalanan hidupnya dengan bahagia.
Manusia yang tidak puas karena kurang bersyukur tentu saja dia merasa ingin hidup beribu tahun lagi, untuk selalu berpetualang bahkan dia selalu mempunyai missi baru untuk segera di selesaikan secepatnya. Karna di perjalanan berikutnya dia sudah di tunggu oleh missi baru lagi, terkecuali mereka yang hidupnya penuh dengan perasaan bersyukur akan semua hal yang telah mereka kerjakan dan mereka miliki, pasti dia menjalani missinya dengan santai tanpa berburu - buru.
Misalnya saat mereka muda mereka akan mencari ilmu sampai negeri China pepatah bilang, setelah mereka dewasa dia akan membangun sebuah bisnis lalu dia belajar mengembangkan Bisnisnya itu, sampai dia ahli dan bisa dengan mudah menghafal di luar kepala, mengatur semua keperluan di dalam bisnisnya. Missi selanjutnya mencari pendamping hidup dan menikah lalu mempunyai anak dan bahagia luar biasa.
Tentu saja ada perbedaan di antara kedua orang tersebut, orang yang malas bersyukur mereka selalu di sibukan oleh missi hidupnya, setiap malam menghadap ke langit - langit tempat tidur sambil menghitung apa saja yang telah diraih di masa hidup di dunia ini, setelah larut malam dia malah menjadi - jadi dan merangkai mimpinya se ditail mungkin tanpa ada yang terlewatkan, bahkan dia sampai sempat membuat rencana supaya meja resepsi pernikahannya bersih tidak ada satupun noda di atasnya supaya dia tidak menanggung malu , karna di omong tamu undangan yang datang. Sungguh merasa pingin hidup ratusan juta tahun lagi dan terlalu ribet kurang menyenangkan.
Tapi apasi missi terakhir manusia hidup di bumi ini sebelum merasakan bahagia, apakah uang, jabatan dan wanita mungkin.?
Tidak itu semua bukan missi terakhir manusia, itu semua adalah rangkaian missi manusia dan sebagai pelengkap kehidupan kita.
*BERBAGI*
inilah missi terakhir kita sebelum kita merasa bahagia luar biasa missi - missi yang sudah kita selesaikan itu rupanya bertujuan untuk BERBAGI dan membahagiakan orang lain, kenapa harus berbagi ? sungguh pertanyaan yang bagus.
Kita harus berbagi supaya kita bisa mudah merasakan bahagia kita hidup selama ini tanpa berbagi kepada sesama makhluk tidak mungkin kita bisa menemukan kebahagiaan.
Kisah ini saya ambil dari salah satu Film favorit saya yang berjudul The Billionaire, berceritakan seorang anak muda yang pantang menyerah meskipun usianya masih sangat muda dia sudah terbebani hutang orang tuanya yang begitu banyak, namun setelah orang tuanya memutuskan untuk pergi ke China dia malah bersi keras untuk mewujudkan cita - citanya, menjadi pengusaha muda yang sukses dan melunasi semua hutang orang tuanya. Dia mulai mengelola bisnis kecil dengan gigih dan tak kenal ampun, sampai bisnisnya itu berkembang pesat dan sukses lalu cita - citanya terwujud untuk melunasi hutang orangtua, dan membawa pulang orang tuanya kembali kerumah.
Guru sekolahpun berusaha mati - matian demi mendidik muridnya dan memintarkan tunas bangsa, berharap agar ilmu yang di berikan kepada sang murid kelak menjadi ilmu yang bermanfaat, meskipun dia harus rajin berangkat pagi - pagi karna agar menjadi teladan untuk sang murid pura - pura senyum, padahal perasaannya sedang sedih karna belum sanggup membayar hutang kepada tetangganya. Untung sudah di angkat menjadi Pegawai negeri coba masih berstatus guru honorer.
Kisah diatas tidak lain dan bukan, mereka bisa menjadi bahagia karena melewati missi akhir yaitu berbagi kepada sesama. Seperti disaat kita menginginkan uang banyak pasti ada saja alasan kita entah itu ingin membahagiakan orang yang kita sayangi, dengan uang tersebut mungkin kita bisa berbagi kebahagiaan. Jadi setiap orang bisa bahagia setelah mereka dapat berbagi kepada sesama makhluk ciptaan tuhan, sangat tidak mungkin juga kita punya segala sesuatu untuk kebahagiaan diri kita pribadi, untuk apa kekayaan dan kemewahan ini jika kita tidak bisa berbagi kepada orang lain. Bahkan koruptorpun berbuat keji karena mereka ingin berbagi kebahagiaan kepada orang lain yang berada di sisinya.


Komentar
Posting Komentar